Hujan

“Deras…. hujan yang turun…. mengingatkanku pada dirimu,
aku masih disini untuk setia….”
MAMPUS LO!
Ujan2, nonton dari kaca kantor, lagunya begitu.
Ha ha ha
Gue juga
Gue mellow
Bhayy!!!
Gak deeng… canda ae sob
Ini kenapa sih email dari tadi centang centeng ae?
#abaikan
Well,
Setiap pagi, sekarang papa selalu anter saya.
Jadi anak papa lagi, dari dulu TK-SMA dianter, dan sekarang dianter lagi.
Kok pas kuliah gak?
Dianter kok, tiap mau berangkat ke perantauan.
For me, he’s a forever hero.
Makasih ya pa.. (gak pernah bilang langsung)
Oya si papa ini juga jemput saya tiap sore. Ohmy, tambah mellow gue TT
Sebenernya perjalanan dari rumah ke kantor ini sekitar 7 km, dan itu jalanannya anti-macet, sehingga setiap hari, pagi dan sore, selalu lancar.
Perjalanannya sekitar 15 menit, dan seringnya saya dan papa diem2an.
Karna gak tau mau ngobrol apa 😀
Dan 15 menit itu, biasanya saya banyak mikir.
Well, akhir2 ini sih.
Mikir duit, kapan gajian, mau buat apa aja, cicilan udah tinggal berapa bulan lagi.
Mikir diri sendiri, kok gak kurus kurus.
Mikir orang tua, kasian mereka udah kerja dan masih kerja.
Mikir masa depan, kapan gue nikah.
Yes. KAPAN GUE NIKAH.
Ini yang paling terakhir, yang paling sering gue pikirin, dan yang paling menyita pikiran.
Pacaran 5 tahun, macam kredit rumah..
Masa iya mau begini terus?
Terus kapan bobok barengnya? EHH
Terlebih setelah nyokap nyindir2, “temen mama yang ini mau mantu…yang itu mau lamaran anaknya…”
Dan terlebih ketika nyokapnya pacar curhat, “kalian mau begini terus? kapan majunya?”
DHARR! Tau gak rasanya?
It’s like disiram air keras, atau dikasih sianida di kopi tapi kita udah tau #EHHH
Alhasil, saya dan pacar mulai mikir.
Target kami adalah 25 sudah menikah.
Sekarang? Si pacar 24, saya 23 menjelang 24.
Awal tindakan kita adalah menyamakan persepsi ‘lamaran’.
Karena kita sama2 mikir, sehingga gak ada acara pacar tuh romantis ngelamar and bla and bla.
Konsultasi sana sini, ternyata konsep lamaran antar kedua keluarga beda; which means kita harus ambil jalan tengahnya.
Selesai nentuin waktu lamaran kapan, kali ini balik ke diri kita.
NABUNG & NYARI VENDOR.
*musik horor mengalun*
Kebetulan saya masih ada tanggungan 2 macam cicilan; motor dan lainlain.
Alhamdulillah cicilan tersebut bisa selesai sekitar 3 bulan-an lagi.
Pacar sih gak ada cicilan, tapi banyak keinginan.
Beli helm lah, modif motor lah.
Sepakatnya kita, akhirnya kami memutuskan untuk mulai ‘serius’ nabung setelah cicilan saya dan keinginan dia selesai.
Tentunya keinginan kami berdua memang harus di rem.
Keinginan makan di cafe2
Keinginan beli make up mahal
Keinginan beli baju fancy
Keinginan traveling kemana2
Keinginan memodifikasi motor terus menerus
Wait!
Ini bukan sneak peak blog saya persiapan pernikahan kok.
Tapi kalau memang saya boleh cerita, gak ada salahnya kan?
Oke, hujannya sudah reda.
Jam sudah menunjukkan pukul 14.00
3 email sudah menanti dibalas
1 meeting sudah menanti
See ya at another more hujan!

 

This is us 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s