Are you a blessing or a lesson for another?

ah sial.
ntah berapa hari sudah gak apdet blog.
bukan malas, tapi ….
tapi kebanyakan tapi.
kerjaan was like hell for the previous 3 days.
ahsudahlah; jangan dibahas.
bahas yang cantik cantik aja yaa…
jadi ceritanya semalam nonton malam pemilihan Puteri Indonesia 2016.
3 tahun terakhir, saya gak pernah nonton lagi, alasannya karena: sedih.
sedih karena sadar saya gak mungkin berada di panggung itu.
LAH!
jadi, dari kecil saya sudah gemar menonton pageant contest/beauty contest/coronation/whatever itu lah..
kan cantik cantik dan pinter banget tuh, motivasi biar suatu saat bisa jadi kaya gitu.
brain, beauty, behavior.
I adore so much Artika Sari Devi, Nadine Candrawinata, Agni Pratistha, and Qory Sandioriva.
kepikiran asik kali ya lenggak lenggok, dapet hadiah, ditanyain pertanyaan pertanyaan berbobot, jadi idaman banget deh!
sampe taun 2016 ini nonton lagi, gak lain gak bukan karena ada temen yang jadi finalis.
should I mention her? hmm…
jadi pas SD, saya naksir sama cowok, *halah cinta monyet gitu kaliiii*
si cowok itu punya adik perempuan yang cantik.
singkat cerita, SMP-kuliah kita udah gak bareng lagi.
terakhir komunikasi jaman kuliah sih, tapi udah gak pernah ketemu lagi LOL
lama lama kepo, dan ternyata si adiknya itu udah heeetzzz abezzz
finalis gadis sampul, none Jakarta, sampe sekarang jadi finalis Puteri Indonesia 2016. *standing applause*
semalam, she’s not a winner sih, but I think she is great.
baru kali ini sadar kalo jadi finalis puteri Indonesia itu bukan mimpi.
kalo emang niat, pasti ada jalannya. PASTI.
okay, itu background story-nya.
memasuki inti post ini, semalam ada pertanyaan pamungkas untuk 3 besar finalis puteri Indonesia 2016.
quote from Mother Teresa. pertanyaannya simple: what do you think about that?
terlepas dari jawaban 3 besar, saya mau ikutan jawab di post ini.
*biar berasa finalis gitu laah*
“Some people come in your life as blessings,”
yes it happen when good people come to your life.
parents, husband/wife, bestfriend, boss, etc.
bersyukur ketemu orang orang itu.
tapi mungkin buat sebagian dari kalian, ada yang gak setuju.
‘my husband is not a blessing for me; I’m done with him.’
ya berarti …..
“..some come in your life as lessons.”
ketika saya sadar dengan bertemu orang itu, dia menyakiti saya, atau menyianyiakan?
maka itulah pelajaran yang saya dapatkan.
tapi kalau dilihat dari sudut pandang lain..
semua orang yang ada di aspek kehidupan kita memang blessing.
entah later dia menjadi lessons, tapi kita harus merasa bersyukur karena dipertemukan dengannya.
dan akhirnya kita bisa belajar, untuk lebih berhati hati di kemudian hari.
gitu.
entahlah, mungkin kalau saya jadi finalis *yang sudah pasti gak mungkin*,
saya akan dapat nilai jawaban terendah.
abisnya absurd gini….
how about you?
apakah kamu sudah memantaskan diri untuk menjadi blessing bagi orang disekitarmu, atau masih selalu menjadi lessons?
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s