Dos and Don’ts di Tempat Kerja Baru

Well, saya memang bukan expert di bidang HRD-an, bahkan pengalaman kerja saya baru dua.
Ya, baru dua kali saya bekerja, pun yang pertama adalah tergolong pengalaman internship berbayar.
But at least, saya bisa kasih tips buat kalian yang mungkin baru pertama kali bekerja di perusahaan.
What you should and should not do at your new office:
(+)
1. Make a target
Yep, untuk menunjukkan antusiasme kamu dalam bekerja, kamu harus bisa membuat target.
Tunjukkan kalau kamu berdedikasi dengan membuat target kerjamu setiap hari.
Dimulai dari saat pertama kamu sampai di kantor, ambil buku agendamu, dan buat beberapa poin penting dalam pekerjaanmu.
Usahakan agar kamu selalu bekerja mengikuti urutan target kerjamu, sehingga atasanmu bisa lihat kalau kamu bersungguh-sungguh terhadap pekerjaanmu, buktinya targetmu tercapai. (y)
Selain pintar membuat target kerja, otomatis kamu juga harus pintar mengelola target kerjamu.
Pastikan target kerjamu itu logis;
Logis waktu
Logis beban kerja
Logis penyelesaian
Dan yang namanya target, otomatis juga kamu tahu prioritasnya.
Mana yang harus kamu kerjakan dulu, mana yang mungkin bisa di move untuk besok.
Karena pada kenyataannya, biasanya ketika kamu sudah asyik bekerja, secara impromptu atasanmu kasih kerjaan mendadak. Berarti kamu harus bisa pilih mana dulu yang harus dikerjakan dong..
Pelan tapi pasti, kedewasaanmu akan semakin terbentuk dari budaya kerja ini. Semangat ya! J
2. Tertib
Terdengar klise?
Tapi ketertiban memang harus kita jaga, gak peduli siapa kita, dari mana kita berasal, ataupun jabatan kita apa.
Mau sampai jadi komisaris pun, kamu harus tetap tertib.
Tertib waktu, datang on time pasti.
Tertib kerja, tahu kapan harus kerja, kapan harus istirahat.
Tertib biaya, terutama ketika kamu didaulat memegang uang kantor. Harus banget tertib biar gak nyesel kemudian hari.
Biar gak dicari BPK, apalagi KPK..
Pastinya kalau kita sudah tertib, atasan bakal nambah percaya dong sama kita.
Tentunya, kerjaanmu juga jadi cepat beres.
3. Luwes
Yang dimaksud luwes disini bukan kaya penari ya, yang gemulai dan bisa menirukan gerakan dengan baik.
Saya pribadi lebih mengartikan luwes seperti halnya fleksibel.
Bisa menempatkan dirimu sendiri di tempat yang sesuai.
Tahu kapan saatnya diam, tahu kapan saatnya harus speak up.
Termasuk juga luwes dalam bergaul di kalangan teman-teman kantor, sebisa mungkin supaya jangan menimbulkan drama drama kecil yang lama lama bisa jadi opera.
And after you could adapt that, now you should know the don’ts.
(-)
1. Cari Muka
Duh, I should tell you that this is definitely not the way you should do to get attention from your boss!
Karena para boss biasanya malah jadi ilfeel ketika kamu berusaha cari muka didepannya.
Seberapa besar beban pekerjaan yang sudah kamu selesaikan, please just be normal, be humble.
They will appreciate it without you know it.
Termasuk juga menjauhi diri dari para pencari muka ya, takut takut (amit amit) kamu bisa jadi sasaran empuk buat jadi korban atas kesalahan yang sudah mereka lakukan. IYUWH.
2. Perhitungan
Ketika kamu sekarang bukan lagi seorang Junior, tapi juga belum jadi Senior, kemungkinan kamu bisa aja jadi karyawan yang perhitungan.
Maksudnya?
Kamu sudah 1 tahun bekerja, punya rekan kerja baru, dan kamu bersiap dicalonkan jadi supervisor.
Kamu biasanya akhirnya merasa lega karena ‘punya babu baru’, yang bisa kamu kasih kerjaan sebanyak mungkin ketika kamu lagi males.
Dan pada akhirnya, kamu bisa bilang gini: “Gue kan udah kerjain ini… sekarang elo dong yang kerjain itu…”
Tandanya kamu sudah mulai jadi orang yang perhitungan.
Untuk menambah nilai plus kamu sebagai karyawan, mendingan itung-itungan macem ini dihindari deh.
Bukan apa-apa, tapi kan gak enak nanti kalau kelihatan pamrih?
Kapan mau dipromosiin?
Atau, mungkin kamu bisa ganti kata-katanya, jadi seperti ini:
“Kamu apakah sudah kerjakan yang itu… karena kerjaanku yang ini udah selesai… dan data yang itu harus kamu input supaya bisa selesai dan comply.”
Lebih enak didenger kan? J
3. Gossiper
Nah, untuk yang ini mutlak harus keluar dari karakteristikmu.
Kadang, buat wanita, mendengar berita booming pertama kali itu sangat membuat gatel untuk bisa share ke orang lain.
But please, sebagai karyawan baru, hindari dulu deh.
Karena kamu belom kenal banget karakter temen kantormu yang lain,
Karena di kantor itu pasti ada yang main tusuk belakang, (maksudnya saling menjatuhkan)
Karena apa yang kamu lihat dan dengar tidak bisa dipastikan kebenarannya,
Karena kehidupan orang lain bukan urusan kamu!
Bisa kebayang kan, kalau kamu udah terlanjur sebar gossip itu?
Sampe di telinga orang lain?
Dan ternyata gosipnya salah?
Mamam tuh gossip!
4. Pengeluh Ulung
“aduh banyak banget sih kerjaan gue”
“kok gak ada yang mau bantu sih”
“gajian masih lama ih”
“kapan sih jam 4? Pengen buru buru pulang”
“duh kudu banget nih lembur”
Banyak dari kita yang mungkin sadar atau gak pernah juga mengucap kata kata tersebut.
Mengeluh itu manusiawi dan wajar, tapi segala sesuatu yang berlebihan itu gak pernah bagus.
Boleh lah sesekali mengeluh, tapi pastikan keluhanmu itu hanya didengar oleh inner circle kamu, orang orang yang sudah kamu kenal lama dan kamu percayai.
Pastikan juga akun social media kamu bebas dari orang kantor yang berpotensi kepo dan pengadu.
Salah salah, keluhan kamu dijadikan bahan utama kamu dinyinyir-in di kantor.
Gimana, udah bisa menerapkan beberapa do’s and don’ts diatas?
Kehidupan kantoran emang keras kok, bahkan mungkin di tahun pertama you’ll feel ‘like a hell’ dalam beberapa kesempatan.
Pepatah ulung memang gak pernah salah,
“Experience is a best teacher.”
Kalau kamu gak pernah ngalaminya, kamu gak akan pernah belajar.
Tapi, jangan dijadikan excuse juga lho ya! 😛
Happy Working, fellas! 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s