Punch right in Face

saya merupakan anak kota banget.
gak pernah punya hewan ataupun tanaman peliharaan, gak tau cara bercocoktanam, gak bisa jahit menjahit, gak pinter nyetrika baju (some of you might thinking that I’m not a good future wife; it’s okay, my bf still believe at me tho :p)

dari kecil, boro boro punya tanaman yang dipelihara, pekarangan aja gak punya .
sekalipun orangtua pernah punya tanaman hias, saya gak pernah menyentuhnya.
sampai saat ini, kalau disuruh menanam tanaman, gue mah mana bisa?!

the same thing goes for hewan peliharaan.
sampai SMA, saya takut sama semua hewan. semua means, SEMUA.
ayam takut, kucing takut, kelinci, anjing, sampai ikan pun takut.

semua berubah saat negara api menyerang. (dziiingggg)

canda, semua berubah saat saya ketemu mas patjar.
dia kebalikan saya banget.
dia yang dari kecil udah kenalan sama hewan-hewan; pernah pelihara ular, musang, burung hantu, kura-kura, ikan, anjing, kelinci, kucing.
dia yang dari kecil sudah hafal cara berkebun yang baik.
dia yang bisa menjahit kaosnya sendiri, mengganti kancing bajunya sendiri, menyetrika bajunya sendiri.

amaze, lama-lama saya pun belajar dari dia.
terutama soal mengenal alam.
dia yang awalnya selalu memperbolehkan saya memberi makan ikan-ikannya, akhirnya ikut membelikan saya 1 set akuarium mini dan ikannya juga.
saya, pertama kali pelihara hewan, excited.
setiap hari kasih makan, setiap minggu dikuras, kalau lagi di kamar kos diliatin terus.
sampai pada akhirnya, saya menyerah.
kasian ikan-ikan itu, mati semua.
sepertinya saya belum memberikan ‘cinta’ pada peliharaan saya.

gak putus asa, selanjutnya saya mencoba bercocok tanam.
awalnya kembali patjar yang kasih ide.
katanya daripada dia belikan saya setangkai bunga mawar putih terus, mending dia belikan tanamannya; sehingga saya bisa dapat bunga mawar putih terus. (angan-angannya)
nyatanya, baru 2 kali berbunga, tanaman mawar itu mati tak bersisa.
sedih.

singkat cerita, suatu hari saya dan patjar berkesempatan mengunjungi rumah keluarga dibawah langit ibukota.
sepupu saya, yang menempati rumah itu, memelihara banyak hewan; anjing, ikan, kura-kura, dan kucing liar.
tak lupa, dengan tamannya yang cukup luas, ia juga menanam berbagai macam tanaman hias.
bagi patjar, that was like home, as his home is just like that.
kepo, saya tanya ke sepupu saya. we’re grown up from nearly same culture, where our parents are not letting us and give us example of how to take care of nature.
keluarga kami, sama-sama tidak mengajarkan anaknya untuk ‘kenalan sama alam’, saya heran, kok setelah ia (sepupu saya) berkeluarga, bisa jadi sedekat itu dengan alam?
dia cerita, ternyata dia bertemu suaminya, yang berkebalikan dengan dia; doyan pelihara hewan dan tanaman.
dan suaminya yang menanam semua tanaman hias itu, serta merawat hewan peliharaanya.
tujuannya, apalagi kalau bukan untuk mengajarkan alam ke anak mereka.
hasilnya, anak-anak mereka, sangat akrab dengan hewan, tak ada rasa takut untuk seorang balita ketika bermain dengan anjing berparas ‘seram’, tak ada rasa ragu ketika mereka sedang bercengkrama di ruang keluarga, kemudian ada kucing turut bergabung, hingga tak ada rasa khawatir berlebihan dari orangtua ketika anaknya bermain tanah sampai bajunya kotor.
di rumah itu, saya hampir tak mendengar kalimat:
“Eh, awas nanti jatuh!”
“Jangan main tanah lagi, baru mandi!”
“Duh itu becek, jangan diinjak!”

bukan berarti orangtuanya tidak peduli ke anak sendiri.
but simply there’s no point of saying things like that.

saya tanya ke sepupu saya, apa manfaatnya ketika anaknya kenal dengan alam?
anak-anak jadi lebih aktif, lincah, daya tahan tubuhnya tinggi, sehat, dan juga bisa ‘sayang ke alam’.
mereka gak hanya tau dari bacaan di buku, kalau alam dan mahluk hidup harus dijaga, tapi juga langsung menerapkannya.
dia berkata lirih, “I don’t want my kids become like us; afraid of animals and don’t know what to do to plant a flower.”

that. punch my face so damn hard.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s