turn back

saya termasuk orang yang sangat sensitif; or at least itu yang orang lain bilang tentang saya.

masih sangat teringat perkataan seorang kawan yang paham psikologi, saya mungkin menyimpan satu luka lama.

satu luka yang kalo disinggung dikit, hasilnya tumpah air mata.

dari kecil, saya terbiasa nangis.

bukan nangis yang gegulingan di tengah jalan karena gak dikasih mainan, tapi nangis sedih yang disimpan sendiri.

saya suka membaca buku, novel, tetapi kalau ceritanya sudah tentang perpisahan, saya bisa banjir air mata mendadak.

saya suka nyanyi, tapi sampai detik ini, disuruh nyanyi lagu Bunda-Melly Goeslow, saya gak mungkin gak nangis.

saya suka dengar musik, dan banyak air mata sudah menetes karenanya.

Hachiko? My Sister’s Keeper? oh you name it. mata saya sampai bengkak karenanya.

saya sadar, dengan sepenuh hati, saya orang yang sangat perasa.

saya hidup dengan penuh kecurigaan; ketika ada orang yang satu ruangan dengan saya sedang berbisik, saya sering bertanya : “am I wrong? are they talking about me?

saya gak pernah bisa membendung tangis, ketika saya harus menjelaskan perkara.

walaupun saya hanya seorang korban, atau saksi, tapi saya pasti akan ngomong panjang lebar sambil nangis. (lha kok jadi kaya persidangan gini?)

kasian sama beberapa orang yang saya kenal, ketidaksengajaan mereka sering akhirnya membuat saya menangis, dan mereka merasa bersalah karena mengira menyakiti hati saya.

tapi juga yang kaya gitu masih ada aja yang tega menyakiti untuk melihat tangisan saya (YaAllah tsurhat).

siang ini, beberapa lagu menemani saya bekerja.

lagu-lagu yang masih bisa dibilang ‘baru’, dan English speaking song.

jarang saya memperhatikan liriknya satu per satu, biasanya hanya dibawa joget dan nyanyi ajah.

sampai keisengan saya mencari lirik aslinya guna nyanyinya tambah kece akhirnya membuahkan kegalauan.

“liriknya kok nggrantes.. kok kasian.. kok sedih.. kok keinget..”

I was so scared to face my fears
Nobody told me that you’d be here
And I swear you moved overseas
That’s what you said, when you left me

duh mas, duhh.. gagal konsen kerjaan kalau gini caranya….

‘Cause when a heart breaks no it don’t break even… even… no

What am I supposed to do when the best part of me was always you?
And what am I supposed to say when I’m all choked up and you’re OK?
I’m falling to pieces, yeah,
I’m falling to pieces

siapa yang kalau kerja dengerin lagu lantas galau mellow cem saya? LOL šŸ˜€

dasar sensitif!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s