We’re just friend (? / .)

Hmm…
Prolognya minta maaf karena gak update post.
(Minta maaf ke siapa nih? Ke blog.)
Si mas patjar baru pemulihan cedera dari kecelakaan motor, beberapa hari setelah saya post tentang lustrum itu. Mohon doanya, semoga cepat pulih dan bisa boncengin saya lagi.
(Cape coy, jadi eneng tukang ojek mlulu nih…)

So, wiken ini saya sedang super bahagia.
Setelah 5 bulan, saya akhirnya ketemu lagi sama mas Aulia, sahabat saya.
Ngg, saya merasa aneh mengucapkan ‘sahabat saya’, mirip kata-kata ‘szuper…sekali’.
Dan yang kedua, bisa menghabiskan Minggu bersama si mas patjar yang masih jadi robot kaku tangannya.

Beberapa orang akhirnya menanyakan ke saya, are you really do the bestfriend thing with mas Aul?
No strings attached, no baper, no anything?Here I tell you (girls only) how to be bestfriend with a boy (plus if you’re already have a boyfriend).

First rule:
Do make friend with boys.
Mereka gak akan makan kalian mentah mentah. Mereka bukan penipu (at least jangan menjeneralisasi mereka).

Bertemanlah dengan mereka, karena mereka loyal.
Karena mereka gak ribet.
Karena mereka sabar, pemaaf, santai, nurut.
Paling penting, karena gak ada drama dalam hidup mereka.

Sama mereka, kamu bisa jadi dirimu.
Be an easy going person, they are fine.

Second rule:
Tentukan motifmu.
Apakah kamu bermaksud berteman dengan laki-laki, karena naksir?
Atau kamu emang tulus pengen temenan sama mereka?
Bedakan itu, identifikasikan itu.

Oke, kalau ternyata kamu berniat temenan (or even be a bestfriend) with a boy, dan kamu anggap itu cuma batu loncatan biar bisa selangkah lebih maju untuk nggebet dia, kamu salah.
Laki-laki tidak seperti itu.

Seperti ini kurang lebihnya..
Kamu naksir dia, sebenernya dia juga naksir kamu, kamu mendekatinya, kamu state kamu sahabatnya, di saat yang sama, lelaki patah hati. Dan dia hanya akan memperlakukanmu sebatas sahabat.
Sampai pada akhirnya, dia cerita kalau dia naksir cewek lain, kamu patah hati, kamu bilang dia PHP.
It was your fault, not his.

Laki-laki itu logic based, kalau emang dia naksir kamu, gak ada pasalnya dia akan sahabatan dulu sama kamu.
Ketika dia naksir, dia akan PDKT, dan PDKT beda dengan modus sahabatan.

Ketika dia ngajak sahabatan, gak ada ngarep endingnya bisa jadian.
Menurut mereka, dua hal itu beda.

In sum, jangan modus sahabatan kalau emang naksir.
PDKT langsung aja, kalo naksir.
Sahabatan, ya emang mau nyari sahabat.

Pengalaman saya, modus sahabatan padahal naksir, ya jadinya gak ditaksir balik.
Jadinya sahabatan sampe sekarang, walaupun udah cerita kalo sebenernya naksir.
Nyesek dan nyesel sih, tapi yasudahlah..

Lain cerita kalau emang niat sahabatan sama laki-laki, tapi tiba-tiba di tengah jalan kok jadi baper?
Jadi seneng diperhatiin?
Kok dia ternyata ganteng?
Kok dia perhatian banget?
Kok..

Been there done that.
Tapi sekarang udah gak ada cerita temenan lagi.
This one failed, too.
Pernah sahabatan sama laki-laki.
Lama-lama baper, sampe akhirnya jadian.
Ketika putus, alasannya pun klasik: “enakan sahabatan aja sama kamu.”
Tapi hasilnya? Sampai sekarang juga gak tau gimana kabarnya..
Alias putus juga pertemanan.
Nyesel? 50% part of that.

Third rule (apply only if you already had a boyfriend/partner):
Do tell your boyfriend about your new bestfriend.

Sooner or later, he will know.
Dan daripada pacar tau belakangan, atau tau dari orang lain, atau lagi tau sepotong-sepotong, dan sebelum amarah merajalela, kamu punya kesempatan besar untuk mengenalkan mereka.
Apapun itu hasilnya.

Ceritakan awal pertemuanmu dengan sahabat, apa yang biasa kalian lakukan bersama, dan sejauh apa persahabatan kalian.

Misalnya ternyata pacar gak setuju, buatlah kesepakatan, kalian yang tau sifat pacar/pasangan, jangan sampai ada kata putus persahabatan, atau putus hubungan.
Semua ada jalan keluarnya, pelan-pelan aja..

Syukur kalau pacar setuju, tetap buat rules juga.
Batas-batas yang bisa diterima pacar, ketika bersama sahabat, and vice versa.

Sama sahabat, kasih tau gak?
Perlu, tapi toh dia akan biasa aja ketika tau kamu sudah punya pacar.
Sekali lagi, mereka gak drama.

Masih ada rule?
Ini sih lebih kaya tips.. Dari apa yang saya alami.
Saya masih rutin chattingan, ketemuan, komunikasi sama mas Aul ini.
Bahkan kadang sekali ketemuan, kami bisa setengah hari berduaan.

Apa patjar gak cemburu?
Setelah saya tanya, dia selalu cemburu kok.
But in a normal way, no drama.

Terus gimana cara saya menanggulanginya?
– seminggu atau jauh sebelum saya ketemuan sama mas Aul, saya akan cerita ke patjar. Kapan dan dimana saya akan ketemu.
– saat ketemuan, saya menganggap diri saya sedang ketemu dengan klien kantor, sehingga patjar gak begitu ganggu. We’re still have privacy, then.
– setelah berapa lama, a little text is fine; paling tanya lagi dimana, kapan pulang. Be honest.
tahu diri dan ingat batasan. Ini yang paling perlu digarisbawahi.
– selesai ketemuan, kalau bisa ketemu juga sama patjar. ceritakan resumé ketemuan dengan mas Aul, ngapain aja, kemana aja, but not be too detail, remember, kami masih punya privacy.
– setelah hari itu, kembali biasa lagi. Jangan terus menerus ceritakan tentang sahabat, depan patjar.
So those are some little tips yang saya pakai.

Pernah gak patjar marah atau segitu jealousnya?
Pernah, saya yang gak info soal kapan saya selesai ketemuan. Tentunya dijadikan pelajaran buat saya, tapi gak ada masalah antara patjar sama mas Aul.

Pernah jalan bareng keduanya?
Pernah, and I felt like a little sister in the middle of big brothers. Asyik! Karena mereka saling kenal, and gak pake drama.

Pernah baper gak, sama sahabat?
Pernah, tapi ya balik ke tahu diri. Pentingnya, tau kenapa baper. Istighfar.. Hindari pemicu baper-nya.

Siapa yang dipilih diantara keduanya?
Wait. Aneh.. I didn’t have to choose them. Mereka punya porsi masing-masing di kehidupan saya.

Apa yang dilakukan kalau patjar jealous?
Saya harus kasih perhatian lebih. Tapi lebih tepatnya, selama ini, patjar yang caper ke saya. Minta diperhatikan. Kenapa? Dia selalu pengen perhatian saya only for him.
Itu cara dia mengingatkan saya, and to keep maintain the love.

Next rule:

Jangan pernah ceritakan masalah dengan pasangan, ke sahabat. 

Ini penting ya, kalian kalau ada masalah, berusaha selesaikan antar kedua belah pihak. Masalahmu dengan pacar, selesaikan dengan dia. Masalahmu dengan sahabat, selesaikan dengan sahabat juga.

Jangan campur adukkan mereka, hanya karena mereka sama-sama lelaki. Be wise!

Ookaaay…
So kayanya gak perlu ada rules lagi.

Enak kah sahabatan sama laki-laki? Enak, serius. Gak drama, gak lebay, santai enjoy.

Dan pada kodratnya, mereka melindungi wanita, kok.

Kalian, sudah berteman dengan lelaki?
Sudah bersahabat secara sehat? 🙂

Pelajaran penting: please, learn not to be a drama person. Learn from the boys.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s