livin’ in tourism city

so, yeah it’s been 6 years I living in Yogyakarta; a place that previously people know as city of education.

but now, it’s changing and moving to busiest tourism city in Central Java and surrounding. (IMHO)

at least, few years later sih, ketika hampir semua acara wisata yang ada di TV menampilkan keindahan dan obyek wisata di Jogja yang belum terjamah banyak orang.

sekarang, hampir setiap long weekend, atau katakanlah libur diluar weekend, 1 hari aja…. ramenya bukan main.

rasanya pengen ikutan plesiran, tapi gak mau ke tempat yang rame juga. tapi males keluar. tapi takut cape. tapi gak punya uang.

*ujungujungnyaberkulatdengancucianbajuyangmahadahsyat*

I do sure that most people living in tourism city would feel the same like me.

mau ngantor aja yang biasanya cuma 15 menit, jadi 30 menit.

pulang kantor, apalagi… bisa buat nongkrong dulu demi menunggu macet.

sebenernya sih saya juga tinggalnya gak di pusat kotanya; di pinggir kota ajah, tapi berasa deh serius.

kan jadi susah kalo mau apel ke rumah mas pacar… *laaah

soalnya si mas rumahnya cuma 100 meter dari malioboro.

anyway, tinggal di tourism city ada enaknya – terutama untuk kamu yang ide kreatifnya selalu bisa diandalkan.

  • dengan tinggal di kota pariwisata, peluang kamu untuk membuat usaha kecil dadakan semakin terbuka. mau jualan makanan kecil di tengah keramaian, bisa banget. mau promosiin dagangan sekaligus mengambil keuntungan di tengah ramainya daerah tempat tinggal, ya monggo.
  • suka online banget? rajin nyari tiket jalan-jalan? coba tawari keluargamu yang tinggal di luar kota, untuk beli tiket mudik long weekend sama kamu. itung-itung membantu perekonomianmu sendiri kaan…
  • setelah berhasil merayu orang untuk jalan-jalan ke kotamu, sekarang saatnya dong, menjadi tour guide pribadi mereka. pastikan kamu paham betul daerah di kotamu, dan potensi wisata yang belum banyak dijamah orang.
  • punya kendaraan pribadi yang jarang dipakai? nah, sekalian bisa lagi nyambi nyupirin atau ng-ojek-in! kalo turisnya keluarga sendiri, gak apa dong? kalau males bermacet-macet ria, tetep bisa menghasilkan uang ketika kamu sewakan kendaraan pribadimu. eits! pastikan surat-suratnya lengkap semua 🙂
  • kalau ternyata keluargamu gak berhasil kamu rayu untuk berwisata di kotamu, gapapa tetep tawarkan deh, apakah mereka berniat membeli oleh-oleh khas kotamu. lalu, tawarkan diri sebagai jasa beli oleh-oleh online. pasti rasa kangen keluargamu akan suasana rumah, terobati 🙂
  • tetep gak mau oleh-oleh makanan, atau jarang punya keluarga yang tinggal di luar kota? ide satu ini lumayan bisa dicoba untuk kamu yang hobi fotografi. buat kartu ucapan untuk teman-temanmu, dengan latar belakang obyek wisata keren di kotamu! pasti mereka senang karena bisa dipajang di social media mereka 😛

dan sederet panjang ide lain yang mungkin bisa kamu kembangkan, ketimbang hanya mengeluh betapa macetnya kota tercintamu karena kedatangan turis dadakan.

well ya, memang menyebalkan ketika mendadak kita merasa asing dengan kota kita karena banyaknya turis yang datang.

but hey, you always could see the positive sides! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s