tujuh belas April

tersadar hari ini tanggal 17 April.

ada tiga momen di tanggal ini, dua diantaranya adalah kehilangan.

17 April 2007.

pagi itu, seperti hari Kamis biasanya, sampai akhirnya berita itu datang. masih kuingat namamu, yang hari itu harus berpulang.

seperti apa ya, kalau hari itu tak pernah terjadi? mungkin saat ini kita masih bisa berteman dan bercanda di media sosial, seperti apa yang dilakukan teman-teman.

seperti apa rupamu sekarang kalau kamu masih ada? dimataku, kamu selalu terlihat menawan.

kalau hari itu tidak ada, mungkin kamu pernah menjadi salah satu teman yang kutaksir.

bagaimana kabarmu saat ini? sudah 10 tahun sejak hari itu.

maafkan kami yang tidak lagi mengunjungi rumahmu, ataupun tempat peristirahatan terakhirmu.

tapi tiap tanggal tujuh belas April, doaku selalu menyertaimu.

 

16 April 2013, 22.00 WIB

aku tak tahu, apakah aku harus pulang ke rumah secepatnya?

mendengar kabar kalau mbah sudah tiada, satu-satunya mbah yang masih ku punya dari keluarga papa.

“gak usah pulang, fokus pendadaranmu saja.”, masih teringat kata-kata papa menghiburku.

mungkin mbah sudah ikhlas, mungkin mbah sudah maklum, karena beberapa hari yang lalu, aku sudah pulang dan berpamit padanya.

jika memang ini yang terbaik untuk mbah, aku ikhlas.

walaupun kenangan tentang mbah, sampai kapanpun akan selalu melekat di ingatan.

mbah yang sering bernyanyi sambil memijat kakiku sebelum tidur, mbah yang selalu membelikan sarapan bubur kesukaanku setiap pagi, mbah yang selalu senang berbelanja pakaian, mbah yang pandai memasak rempeyek bayam dan soto ayam, mbah yang tidak banyak omongnya, tapi dirindukan.

menurut mama, hari itu adalah pertama kalinya mama melihat papa menangis.

semoga, apa yang aku lakukan, membuat papa menangis bahagia.

 

17 April 2013, 11.00 WIB

terucap kata syukur sedalam-dalamnya ketika aku akhirnya keluar ruangan dengan wajah berseri.

masih teringat kata-kata dari salah seorang dosen di dalam, nilai Tugas Akhirku ‘A’, walau aku harus segera mengejar revisi agar dapat diikutkan di wisuda bulan Mei.

biar bagi beberapa orang, mengerjakan Tugas Akhir seperti ini mudah, bagiku yang teringat hari itu adalah perjuangan 2,5 tahun ini.

perjuangan mendapatkan kampus untuk belajar, perjuangan agar tetap bisa berkuliah di setiap semester, dan perjuangan memberikan tangis bahagia dan kebanggaan untuk papa dan mama.

dan di tanggal tujuh belas April ini, akhirnya terbayar sudah.

 

17 April 2017.

gak mungkin gak ada tangis. tersadar ketika melihat kalender, teringat kenangan di tujuh belas April.

you could called me mellow or anything, but this date never failed to tears me down.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s