ubah kebiasaan

setelah direnungkan, saya rasa ada tiga hal yang patut diubah dari kebiasaan saya, di 2017 ini.

well, sebenarnya masih banyak hal lainnya sih, tapi kok yang tiga ini sepertinya krisis untuk diubah secepatnya. at least, sampai pertengahan tahun ini.

PERTAMA

jawaban dari segala sakit yang dirasa, tidak harus selalu minum obat.

ini alhamdulillah, saya sudah belajar istiqomah sejak pertengahan 2016 lalu. saya mau buat post spesial tentang ini, tapi rasanya saya belum berkompeten karena kurangnya data dan fakta yang saya miliki. kapan-kapan saya buat ya.

saya pernah menjadi medicine freaks. iya, istilah ini saya buat sendiri. intinya, saya semacam jadi pecandu obat; baik itu obat dokter, maupun obat yang dijual bebas di warung.

saya mengklaim jarang sakit, karena sedikit-sedikit menenggak pil.

ini serius, ini.

baru sedikit berasa pusing, saya minum paracetamol yang ada ekstra caffeine-nya. baru bersin-bersin tiga kali, saya minum paracetamol dan dekstrometrophan, baru berasa sakit saat menelan, saya heboh cari anti radang, bahkan tingkat ekstremnya adalah, saya kemana-mana bawa paracetamol, anti nyeri, dan obat maag.

dan saat saya pengen ngemut permen, karena tidak ada, saya akan mengemut obat maag.

sampai suatu hari saya ketemuan dengan masnif, sahabat saya, dan dia kaget dengan kebiasaan saya. dia cerita bahwa semua obat-obatan itu, adalah terbuat dari bahan kimia yang mana tidak terlalu bagus dikonsumsi berlebihan.

ibaratnya, memasukkan bahan kimia yang banyak ke dalam tubuh, juga tidak bagus.

lantas saya tanya, apa yang harus saya lakukan kalau saya pilek? batuk? maag kumat? pusing?

jawaban dia, hindari penyakitnya. cegah. kalau sudah terlanjur sakit, cari penyebab kenapa kamu sakit, lalu perbaiki.

sambil saya berpikir, saya juga mengurangi intensitas saya minum obat.

dan setelah hampir satu tahun, sekarang saya tahu jawabannya (hampir satu tahun ini, saya tidak minum obat kimia, kecuali jika terpaksa banget. bisa dihitung dengan satu tangan, berapa kali saya minum obat kimia).

pilek : disebabkan oleh virus, kalau mau mencegah, selalu konsumsi buah dan sayur secara seimbang. olahraga, perbaiki imunitas tubuh. tidur cukup, tidak begadang. kalau sudah terlanjur pilek, banyak mengonsumsi air putih dan vitamin C. buah dan sayur ekstra daripada biasanya, tidur yang banyak. layaknya siklus, akan ada saatnya pilek mereda; tapi kalau kamu bisa melemahkannya, akan lebih baik.

batuk : mungkin terlalu banyak mengonsumsi gorengan yang digoreng dengan minyak berlebih? minyak yang sudah menghitam? maka hindari gorengannya, banyak minum air hangat, istirahat, dan permen herbal pelega tenggorokan. kalau sudah terlanjur batuk, sedia selalu permen mint, minyak gosok panas untuk digosokkan di leher yang gatal karena batuk-batuk. butuh kesabaran, karena akan butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.

maag : kalau saya bilang, maag ini akan kambuh karena pola hidup kita. kita bisa banget mencegah maag kambuh. jangan telat makan, atau jangan mengisi perut kosong dengan makanan asam, pedas, atau berpengawet. kontrol stress. tapi kalau akhirnya sudah kambuh, biasanya saya akan menyerah pada obat kimia yang mengurangi asam lambung. (tahap menyerah ini jika saya merasa sudah benar-benar parah) dan perbaiki pola hidupnya.

pusing : dicari penyebab kenapa pusing? terlalu lama menatap layar? terkena hujan? salah posisi tidur? kurang tidur? dan dihindari 😛 tapi kalau pusing sudah terlanjur terjadi, coba berada di ruangan tenang dan bercahaya redup, minum teh pahit hangat, atau mungkin secangkir kopi murni hangat. make yourself relax, kalaupun harus tidur, dibuat tidur saja.

biasanya sakit yang seperti itu yang sering hinggap, tapi saya sangat tidak rekomen gerakan no medicine ini, kalau sakit yang diderita membutuhkan penanganan medis segera, ya.

dan kebetulan lagi, saya beruntung terdaftar di klinik pratama BPJS yang dokternya kece, karena meminimalisir pemberian antibiotik (fyi, if you take an antibiotic, then you should finished it unless it might harm yourself), meminimalisir pemberian obat dengan dosis tinggi (sadly, ini yang membuat orang malah malas ke klinik ini karena dicap dengan sengaja tidak memberikan obat yang paten, sampai taktik dokter agar pasien bolak-balik kesitu padahal memang sakitnya tidak membutuhkan obat paten), dan selalu menyertakan vitamin tambahan dalam setiap resepnya (baiknya tetap mengonsumsi buah dan sayur, ya!). what a kece clinic ever! 😉

KEDUA

clean your own mess, should be our culture now!

clean mess.JPG

beberapa hari terakhir, saya membaca postingan di media sosial tentang turis Indonesia yang tidak membereskan sisa makanannya, di negara orang.

dan bukan hanya di negara orang, ternyata netizen juga membahas kelakuan beberapa warga Indonesia yang berbuat serupa, di negara sendiri.

memang, di negara ini, menyediakan pramusaji, waiter, waitress, dan mbak/mas yang dipekerjakan untuk bebersih sisa-sisa makanan di warung atau restoran. tapi sayangnya, hal ini malah menanamkan budaya bahwa selalu ada orang yang membantu kita untuk bebersih, apapun itu. dan dengan adanya pekerjaan asisten rumah tangga, kita semakin didukung dengan budaya ‘Juragan-Jongos’, bahwa siapa yang membayar, dia yang berkuasa.

yes, indeed, pelanggan adalah raja. tapi hal itu berlaku untuk konsep service, bukan selamanya.

ketika kamu sudah selesai memesan, membayar, dan mengambil pesanan kopi kesukaan di kedai kopi favoritmu (adatnya sekarang gitu kan ya, pesan-bayar-ambil), maka selanjutnya tindakanmu adalah tanggungjawabmu.

dimanapun area kamu menikmati kopi itu, di dalam kedai, ataupun di luar, itu sepatutnya sudah bukan tanggungjawab si pemilik kedai kopi; ataupun menejemennya.

tentu beda ceritanya, kalau ternyata barista membuat kopi yang salah, itu kesalahan mereka, dan mereka harus bertanggungjawab-apapun bentuknya itu.

intinya adalah, mari coba menanamkan budaya clean your own mess. demi kebaikanmu dan generasi nantinya.

saya sedang berusaha membudayakan diri saya sendiri. di beberapa restoran dan warung yang saya singgahi satu bulan ini, saya membereskan dan membersihkan, serta mengembalikan alat-alat makan, setelah saya selesai makan-sebelum maupun sesudah membayarnya.

beberapa warung makan (seperti warteg, burjo, kedai lesehan) kebanyakan kaget dengan tindakan saya, namun tetap mengucapkan terima kasih.

sedangkan kedai kopi dan restoran yang harga makanannya diatas $3, sudah terbiasa dan mengapresiasi.

mungkin bisa dicoba? 🙂

KETIGA

makan besar, tidak harus ditemani dengan sepiring nasi

nah, yang ini sih demi diri sendiri, mencoba untuk mematahkan pendapat bahwa nasi bukan segalanya.

saya orang yang sangat susah mencoba diet. pernah mencoba berbagai macam diet, tapi malah akhirnya sakit, tekanan darah rendah, maag kronis, dll. HERAN..

mencoba mengganti nasi putih dengan nasi merah dan hitam, sudah.. memang jadi jauh lebih kenyang kok. cepat kenyang. dan malas makan, karena pikiran sudah termindset bahwa nasi indahnya warnanya putih. hahaha..

mengganti nasi dengan kentang, singkong, dan karbohidrat lain (termasuk roti ataupun sereal gandum dan oatmeal), ternyata tidak semua cocok. ada yang tidak cocok di lidah, tidak cocok di kantong.

tapi yang paling parah sih, apalagi kalau bukan mie instan ditambah seporsi nasi putih panas mengepul.

atau, ke restoran junk food fast food, pesannya nasi pakai ayam goreng tepung dan cemilannya kentang. ugh.

bukan sok ke-barat-an atau mencoba menjadi bule, but it is for health sake.

nyatanya, makan seporsi mie instan (ukuran standar) tanpa nasi juga aman, atau makan ayam goreng tepung satu potong juga tak apa, jadi kenapa harus dipaksa double (karbohidratnya) kalau single pun sudah oke?

resolusi 2017 nih. kalau kalian, merasa kebiasaan apa yang perlu diubah walau susah? 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s