six

this month remarked 6 years of my relationship.

I ain’t kind of person who always celebrate it with romantic dinner or other romantic surprise, no.

yet I want to remark what we’ve been thankful since beginning, until this year.

I am so grateful, for everything about this relationship.

trust me, even I don’t believe those romantic movies act, I’ve experienced it.

I want to thank to the condition when I metĀ mas. both of us were not in our best condition at that moment.

saat itu, si mas lagi mengalami krisis kepercayaan diri. anak pertama yang belum banyak tahu soal kehidupan, harus ditinggal Papanya, punya adik yang butuh pendekatan karena lagi masa transisi remaja, dan harus senantiasa menguatkan Mamanya.

sementara saya, juga lagi merasakan masa-masa dimana malas pulang ke rumah, terlalu panas kondisi rumah, rasanya ingin melarikan diri senang-senang, banyak tekanan yang menuntut agar lekas selesai kuliah lekas bekerja lekas menghasilkan uang.

tapi saya bersyukur, kami bertemu dan bisa membuat komitmen pada masa kritis itu.

kami belum pernah berada di kondisi yang sangat ‘mewah’ dan ‘kaya’, sehingga kami tidak pernah membelikan hadiah atau kejutan yang harganya mahal.

setiap ulang tahun, kami selalu bercerita apa yang sedang kami butuhkan. dan hadiahnya bahkan diwujudkan dari hasil menabung kami, danĀ iuran bersama demi mendapatkan barang yang dibutuhkan.

kami jarang menonton film di bioskop, karena kami sadar bahwa harga tiketnya bisa untuk makan 2 porsi.

kami belum pernah liburan bersama, kalaupun kami pergi ke luar kota bersama, pasti kami menumpang atau menginap di rumah keluarga/teman.

kami masih menjadi pribadi yang ‘saling menghitung’ pengeluaran ketika lagi jalan berdua, karena kami sadar, masih ada hal-hal lain yang lebih kami butuhkan.

sekarang saya baru merasakan, ternyata hal-hal yang melemahkan kita itu, malah menguatkan kita.

what doesn’t kill you makes you stronger

kalaupun pada akhirnya saat ini kami menjadi lebih baik, anggaplah itu sebagai bonus tambahan dari apa yang sudah kita lalui di enam tahun ini.

dan seandainya dulu kami bertemu disaat roda kehidupan kami berada di puncak, mungkin kami saat ini akan susah untuk struggle. akan susah untuk bertahan, dan saling menguatkan.

ternyata, waktu memang menjawab, kok.

kalau saat ini kamu masih risau karena tidak kunjung mendapatkan yang kamu idamkan, mungkin sebenarnya kamu sudah diberikan apa yang kamu idamkan, namun itu akan memakan proses yang panjang.

lagi-lagi, ini tentang ikhtiarmu yang akan diuji. tentang kesabaran dan ketahananmu. tentang kepercayaanmu bahwa nantinya akan ada hal baik yang datang.

terima kasih telah menemani selama enam tahun awal ini, dan sekian tahun yang akan datang lagi, mas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s