be honest!

sering dengar kata-kata itu?

ya, kita memang sering diajak untuk jujur, dimanapun dan kapanpun.

saya setuju kok, sifat jujur memang satu sifat dasar yang harus ditanamkan dari kecil, biar gak suka ngambil hak orang lain. *eh

ada beberapa alasan pemanis berbumbu kejujuran; yang saya sering dengar adalah jujur demi kebaikan, atau bisa juga dikatakan kejujuran yang menyakitkan.

kali ini saya ingin cerita tentang kejujuran yang menyakitkan demi kebaikan. NAHLOH. komplit deh rasanya.suatu hari, seorang teman bilang ke saya: “kamu tuh memang banyak omong ya, banyak pengalaman sih, tapi kalo terlalu banyak omong, kasian orang lain lho, gak punya kesempatan untuk speak up karena ketutup sama kamu.

BLAR!

gak ada angin, gak ada hujan, saya bingung kenapa teman saya ini tiba-tiba offend.

walaupun setelah itu, dia tetap minta maaf karena harus menyampaikan ini ke saya. saya cuma bilang, “ahahaha, ah ya… gak apa kok.. hmm, oke oke, aku akan diam dulu deh, kalau disuruh omong, baru ngomong.” sambil berlalu meninggalkan teman saya itu.

dalam hati saya gak henti membatin, sampai keesokan harinya.

ini orang ya, masih untung gue mau temenan sama dia. jahat banget sih. emang gue pernah ngapain dia sih? dasar jutek! bilang aja kalo situ takut gue terlihat lebih baik! males deh kalo kudu urusan sama dia lagi. zzz!

masih untung, 2 hari saya gak bertemu teman saya itu. karena, hari pertama setelah kami berbincang, saya masih mengutuk perbuatan dia.

hari kedua, saya merasa lebih baik (dari segi emosional), dan lebih bisa mikir.

dia orang baik, bukan tanpa alasan dia ngomong seperti itu ke saya. pasti ada alasan tersendiri, sampai akhirnya dia berani bicara gitu. kenapa ya? apa selama ini dimata teman, saya teramat sangat mendominasi pembicaraan? saya sok tahu? apa selama ini ke-sok tahu-an saya itu berguna? gimana ceritanya kalau saya bertemu orang lain yang lebih sok tahu dibanding saya? gimana kalau saya jadi dia?

dan sejuta pertanyaan kepada diri saya sendiri, yang gak semuanya bisa terjawab.

saya mungkin butuh waktu sendiri untuk introspeksi diri.

setelah akhirnya saya bertemu teman saya yang jujur itu, saya feel better.

kami tidak membahas perkara itu lagi, tetapi saya bertindak bijak dan mendengarkan saran dan masukan dari dia.

saya butuh lebih banyak mendengar, daripada berbicara

dan jujur, saya malu sampai hal sekecil itu, saya masih harus diingatkan teman sendiri.

dan terbukti, saya masih berteman baik dengan teman saya ini, kami jadi lebih sering menghargai satu sama lain.

salah satu contoh cerita asli saya yang diperlihatkan kejujuran menyakitkan demi kebaikan.

kalau kalian dapat perilaku serupa, let’s get out from situation first, and take a deep breath.

saya tahu rasanya sakit, pahit banget. let go your anger, let off your emotion. kalau pengen nangis, menangislah. kalau pengen marah, lakukan hal hal berarti. (coba marahnya disalurkan ke beberes rumah, mungkin?  atau cuci baju sendirian :P) take your time untuk gak bertemu atau berkomunikasi dengan orang jujur itu.

setelah masa masa penuh emosi jiwa raga itu selesai, mari berpikir dengan kepala dingin. pasti ada alasan kenapa orang jujur memberitahukanmu berita pahit itu. introspeksi dirimu, jika ini memang tentangmu. coba berpikir dari sudut pandang lain, bisa juga kamu lakukan.

masa selanjutnya, pilih sahabatmu, atau orang yang kamu percaya dan cukup dewasa serta netral dalam memandang permasalahan ini. diskusi dengannya, mungkin kamu akan jauh merasa lebih baik. kalau kamu merasa lebih parah, berarti kamu salah partner diskusi 😀

selesai? oke, let’s live your life, then!

P.S: jangan lupa berterima kasih dengan orang jujur itu yang telah membukakan mata hatimu 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s