(come back – I know this post will spark questions) Bisik-bisik pre-marry

it’s been more than 2 weeks since my last post.

run out of time and ideas, as usual.

well, actually I have some drafts saved in my phone, and my journal. Yet to continue writing, and especially post it, need more time.

anyway.. Ramadan mubarak! finally, it is Ramadan again, feel the hype, yet? (feel so silly to say it in the middle of Ramadan)

and welcoming June, with soo many things to think. mendadak merasa pengeluaran sangat banyak, godaan sangat besar, sementara yang ada di dompet cuma itu-itu saja. #eh

so… as you might already guess or know or wonder, I am preparing for some big days. I keep myself from split it out, even it is hard, well at least I tried.

kata orang, banyak banget bisik-bisik yang bakal didengar ketika mempersiapkan big day, dan ini salah satunya yang sempat terlintas di pikiran saya.

kalau kalian termasuk kaum seperti saya yang sedang mempersiapkan big day dan sering gerah mendengar bisik-bisik, coba dibaca ya! 🙂

beberapa dari kalian mungkin sering mendengar bisik-bisik, ‘mending gak usah nikah di gedung, daripada nikah di gedung, tapi hidup di kontrakan.’

well, that’s your opinion, I’m okay with that. (seriously, what’s wrong living in kontrakan?)

here’s my opinion…

semakin dewasa dan bertambah umur, serta berdasarkan pengalaman beberapa teman yang sudah mendahului menikah, saya menyadari beberapa hal:

1. kalau saya mengadakan acara pernikahan di rumah, saya baru menyadari bahwasanya rumah saya minimalis sekali. pastinya akan sangat mengganggu (tetangga dan penghuni lainnya) kalau ratusan tamu datang.

2. sebagai program pemerintah yang menggalakan menikah dengan biaya gratis di KUA saja, tentunya ini bisa jadi pilihan irit dan sederhana. ditambah bisik-bisik dari orang tua, sebagai seorang cucu dan keponakan dari keluarga besar, gak pengen ada momen khusus dari ngumpulin keluarga semua?

3. pilihan selanjutnya adalah menikah di gedung. yang dulu digadang-gadang sebagai hal yang mewah, ternyata sekarang banyak gedung dengan biaya sewa yang terjangkau. kalau mau dihitung dengan cermat, final amount 11-12 dengan nikah di rumah.

lalu, setelah menentukan pilihan (yang kemungkinan besarnya adalah mengadakan acara di gedung, bisik-bisik lainnya muncul: mau tinggal dimana setelah acara?

pilihan pertama, pasti ada saja yang berbicara dengan entengnya: makannya, sebelum menikah, nabung dan beli rumah dulu dong!

hmm, sebagai karyawan bergaji UMR ++, dan tinggal di kota besar di Indonesia, sepertinya butuh waktu kalau harus menyiapkan rumah sebelum menikah. lagipula, apakah yang berbicara tadi itu tahu dengan pasti, segala hal yang terjadi di kehidupan finansial kita? (atuh ya namanya juga nyinyir, pasti gampang dong)

pilihan kedua, ya harusnya sebenarnya orang tua dong yang membantu anaknya!

aduh, bu.. pak.. ses.. sepatutnya saya sebagai anak malah merasa masih punya banyak ‘hutang’ kepada orang tua, masa iya saya masih tega membebani kehidupan mereka dengan ‘meminta’ rumah?

last choice, menurut saya adalah mungkin memang lebih baik hidup di kontrakan dan tidak perlu (sementara) memikirkan besaran cicilan yang harus dibayarkan ke bank/pegadaian/koperasi/lembaga finansial lain daripada hidup di rumah sendiri yang masih kosong, lantas tiap awal bulan 80% gaji harus langsung dialokasikan untuk bayar cicilan DP, cicilan angsuran rumah, cicilan kendaraan, cicilan furniture.

toh tinggal di kontrakan pengennya juga hanya sementara, sambil pastinya menabung untuk masa depan yang lebih baik. InsyaAllah.

jadi sebenarnya, mau nikah dimana dan hidup dimana, gak ada standar yang orang lain harus ikuti.

dan dear nyinyirers (what kind of word is that?) maaf sebelumnya, tapi.. *uhukk* siapa kamu? berapa sumbangan pernikahan yang kamu kasih? dan kenapa orang lain harus ikut prinsip idealismemu?

jawabannya adalah. karena gak semua orang terlahir dan hidup seberuntung kamu.

selamat dan semangat mempersiapkan big day, buat kalian yang mungkin lagi membaca dan merasa demikian! 😀

Advertisements

3 thoughts on “(come back – I know this post will spark questions) Bisik-bisik pre-marry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s